Pengikut

metpen


Upaya Peningkatan Pembelajaran Bahasa Arab Maharotul Kalam dengan Metode Mubasyaroh Pada Siswa Kelas VIII E Unggulan di MTsM2 Kedung Adem Bojonegoro


Oleh: Genduk Nawang Wulan
09330098






JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB 
FAKULTAS HUMANIORA DAN BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2011


1.      Judul
Upaya peningkatan pembelajaran bahasa arab maharohtul kalam dengan metode mubasyaroh  pada siswa kelasVIII E unggulan di MTsM2 kedung adem bojonegoro

BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Pada hakekatnya pelajaran bahasa arab adalah pelajaran yang membosankan dan menjenuhkan, apalagi materi yang bernuansa islami serta belajar bahasa asing yang mana bahasa tersebut bukan bahasa ibu sehingga bahasa arab susah di mengerti oleh siswa kelas VIII E unggulan MTsM2 Kedung adem Bojonegoro , yang  disajikan dengan metode  menonton. Akan tetapi fenomena yang terjadi mereka lumayan bisa memahami kosa kata dalam bahasa arab  akan tetapi, mereka susah mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kebanyakan siswa malah mengikuti pelajaran tersebut yang berdampak pada rendahnya siswa dalam memahami dan berkomunikasi dengan berbahasa arab.
Sebagaiman penjelasan diatas maka  ketepatan dalam memilih metode sangat menentukan keberhasilan penggunaan metode pembelajaran kalam bahasa arab  tersebut.  Oleh karena itu, seorang guru harus bisa memilih metode yang cocok untuk peserta didiknya.dan juga adanya harapan dari lembaga dan para pendidik agar siswa kelas VIII E ungulan di MTsM2 kedung adem mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa arab dengan baik dan benar maka metode mubasyaroh lah yang cocok untuk pembelajaran bahasa arab.yang mana metode mubasyaroh menggunakan bahasa arab langsung tanpa menggunakan bahasa lain sebagai medianya dan juga relatif banyak menggunakan alat peraga; baik berupa media atau alat peraga yang di buat sendiri.
Bertitik tolak pada latar belakang tersebut dukungan dari beberapa pihak dan berbagai bentuk sangatlah di perlukan, oleh karena itu peneliti ingin melaksanakan dampingan dalam bentuk bimbingan dengan judul upaya peningkatan kemampuan maharotul kalam dengan metode mubasyaroh kelas VIII E unggulan di MTsM2 Kedung adem Bojonegoro.



B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diidentifikasikan masalah yang berhubungan dengan proses belajar bahasa arab: yang meliputi proses pemilihan metode yang tepat, banyaknya anak kelas VIIIE unggulan yang belum bisa menggunakan bahasa arab dalam berkomunikasi, kurangnya sarana buku pembelajaran bahasa arab dll.
C.    Rumusan masalah
Berdasarkan diskripsi di atas peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah cara guru bahasa arab meningkatkan kemampuan kalam bahasa arab siswa kelas VIII E unggulan MTsM2 kedung adem ,sehingga siswa dapat mengikuti pelajaran bahasa arab dengan aktif, kreatif dan menyenangkan serta mereka mampu berkomunikasi dengan bahasa arab tersebut?
2.      Apakah dengan metode mubasyaroh dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi bahasa arab siswa kelas VIII E unggulan di MTsM2 kedungadem bojonegoro ?
D.    Tujuan
Penelitian ini bertujuan agar siswa dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi bahasa arab dengan baik dan benar,  pemahaman serta minat belajar bahasa arab dengan sadar dan menyenangkan.
E.     Manfaat hasil belajar
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberi manfaat kepada semua pihak, diantaranya bagi:
1.      siswa
Siswa dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta pemahaman terhadap bahasa arab .
2.      guru
Bagi guru dapat menganalisis keberhasilan dalam mencapai SKBM yang telah ditetapkan.
           3.   sekolah
bagi sekolah dapat menciptakan output sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan
   
BAB II
                         Kajian pustaka dan rancangan tindakan
A.    Kajian pustaka
Pengertian metode mubasyaroh
Metode mubasyaroh adalah suatu cara menyajikan materi pelajaran asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar, tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti anak didik, guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga, mendemonstrasikan, menggambarkan dan lain-lain.(metodologi pembelajaran bahasa arab,h.ahmad izzan, M.ag).
Metode ini juga lahir sebagai reaksi terhadap penggunaan metode nahwu wa tarjamah yang mengajarkan bahasa yang mati.dan sebelumnya sejak tahun 1850 telah banyak muncul propaganda yang mengampanyekan agar menjadikan pengajaran bahasa asing itu hidup, menyenangkan dan efektif. (pembelajaran bahasa arab ,pendekatan, metode, strategi,materi, dan media, abdul Hamid, uril baharuddin, bisri musthafa).
Dalam rangka mencapai tujuan kegiatan PTK peneliti merujuk pada konsep pembelajaran bahasa arab  yang aktif, kreatif agar siswa mau dengan senang hati dan penuh kesadaran untuk mempelajari bahasa arab.dan juga menggunakan beberapa model pembelajaran dalam metode mubasyaraoh yaitu:
-          Muhadasah
-          Khitobah
-          Mufrodat dll
Tapi peneliti disini akan membahas tentang muhadasah karena ketika saya mengamati di MTsM2 kedung adem bojonegoro memakai muhadasah dalam pembelajaran bahasa arab
Al-muhadatsah       
            Pelajaran muhadatsah merupakan pelajaran bahasa arab yang pertama-tama diberikan. Muhadatsah yaitu cara menyajikan bahasa pelajaran bahasa arab melalui percakapan, dalam percakapan itu dapat terjadi antara guru dan murid dan antara murid dengan murid, sambil menambah dan terus memperkaya perbendaharaan kata-kata (vocabulary) yang semakin banyak.
                        Pengayaran muhadatsah ini bertujuan untuk:
Pertama, melatih lidah anak didik agar terbiasa dan fasih bercakap-cakap (berbicara) dalam bahasa arab.
Kedua, terampil berbicara dalam bahasa arab mengenai kejadian apa saja dalam masyarakat dan dunia internasional apa yang ia ketahui.
Ketiga, mampu  menerjemahkan percakapan orang lain lewat telepon, radio, tape recoder dan lain-lain.
Keempat, menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa Arab dan Alquran, sehingga timbul kemauan untuk belajar dan mendalaminya.
Rencana tindakan
Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini:
1.      Perencanaan
-          Mempersiapkan materi kelas unggulan
-          Menentukan stándar penilaian
-          Mempersiapkan instrumen yang diperlukan dalam penelitian
2.            Tindakan
-          Menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa
-          Menerapkan metode mubasyaroh
Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Pertama . Guru membuka pelajaran dengan lagsung berbicara dengan bahasa arab, mengucapkan salam dan bertanya mengenai pelajaran saat itu. Siswa menjawab pertanyaan dengan bahasa arab. Demikian guru meneruskan pertanyaan-pertanyaannya dan sesekali memberi perintah.
Kedua. Pelajaran berkembang di seputar sebuah gambar yang menjadi media untuk mengajarkan mufrodat (kosakata). Berbagai tindakan dan objek didiskusikan sesuai dengan kegiatan yang terpampang dalam gambar.guru mendemontrasikan konsep yang belum jelas (abstrak) dengan cara mengulang-ulang  sampai seluruh siswa memahaminya. Kemudian siswa mengulangi kata-kata dan ungkapan-ungkapan baru serta mencoba membuat kalimat sendiri sebagai jawaban terhadap pertanyaan guru.

3.      Pengamatan
Peneliti menggunakan metode observasi dan mengamati dari awal hingga akhir dari aspek yang telah ditentukan.
4.      Refleksi
Dari hasil penelitian tersebut data dievaluasi sehingga dapat ditentukan dan diukur keberhasilan atau kegagalan sehingga dengan itu dapat dilakukan upaya-upaya selanjutnya, untuk mencapai apa yang menjadi tujuan semula.



















BAB III

Metodologi penelitian
A.     Jenis penelitian
kualitatif yang menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya dianalisa dengan cara non-statistik meskipun tidak selalu harus menabukan penggunaan angka metode ini lebih menekankan pada penggunaan diri si peneliti sebagai objek.
B.     Análisis Data
Diskrptif kualitatif ini merupakan penelitian yang benar-benar hanya memaparkan apa yang terjadi atau terjadi dalam sebuah kancah, lapangan, atau wilayah tertentu.
C.     Teknik Pengumpul Data
Observasi adalah alat pengumpul data yang dilakukan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.
D.     Sumber Data
Person. yaitu sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket.
E.     Instrument
Tes dengan cara kuesioner















BAB IV
Daftar Pustaka
Hamid Abdul dkk, Pembelajaran Bahasa Arab,Pendekatan,Metode,Strategi,Materi dan Media,UIN Malang Press,2008
Izzan ahmad, Metodologi Pembelajaran Bahasa Aarab,Humaniora,2009
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis,Rineka cipta,2010
Narbuko cholid dkk, Metodologi Penelitian, bumi aksara2010
Uhbuyah, Nur. Ilmu pendidikan islam(ipi). Bandung,pustaka setia 1998.hal.193










0 komentar:

Poskan Komentar

renezhwa

renezhwa
07